SORONG — Komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Papua Barat Daya kembali direspons positif setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan satu unit motor Honda PCX 160 kepada Ikatan Alumni Fakultas Sastra Universitas Papua (UNIPA). Bantuan ini diterima langsung oleh Ketua Alumni, Kelvin Ayomi, sebagai fasilitas operasional lembaga alumni dalam menjalankan berbagai aktivitas sosial dan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Kelvin Ayomi menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Presiden Prabowo. Ia menilai bantuan tersebut bukan sekadar pemberian fasilitas, tetapi juga bentuk kepercayaan pemerintah terhadap peran alumni dalam memperkuat pembangunan sosial berbasis pendidikan dan kebudayaan.
“Atas nama seluruh alumni Fakultas Sastra UNIPA, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Bantuan motor operasional ini sangat membantu kami dalam menjalankan agenda-agenda penting yang selama ini sering terkendala oleh mobilitas,” ujar Kelvin.
Fasilitas Operasional untuk Menguatkan Program Pendidikan dan Kebudayaan
Kelvin menjelaskan bahwa organisasi alumni selama ini mengelola berbagai program yang melibatkan mahasiswa, generasi muda, serta masyarakat adat. Program tersebut mencakup kegiatan literasi, pendampingan belajar, advokasi budaya, pelatihan menulis, hingga kerja-kerja sosial berbasis komunitas.
Dengan banyaknya lokasi kegiatan yang tersebar dari wilayah perkotaan hingga perkampungan di Sorong Raya, sarana mobilitas menjadi kebutuhan utama. Bantuan motor PCX 160 ini disebut akan menjadi kendaraan operasional utama dalam memperlancar setiap agenda yang dijalankan.
“Kami sering bergerak dari satu titik ke titik lain, menghadiri pertemuan, memberikan pelatihan, serta mendampingi masyarakat. Kehadiran motor ini akan mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan efektivitas kegiatan kami,” jelasnya.
Simbol Perhatian Pemerintah terhadap Dunia Pendidikan Papua
Bagi organisasi alumni, bantuan dari Presiden Prabowo juga dipandang sebagai simbol komitmen pemerintah terhadap masa depan pendidikan di tanah Papua. Alumni Fakultas Sastra UNIPA merupakan salah satu komunitas akademik yang aktif mendorong literasi dan pelestarian budaya lokal.
“Ini adalah bentuk perhatian kepada dunia pendidikan. Pemerintah memberi pesan bahwa akademisi dan alumni adalah bagian penting dalam pembangunan Papua,” tambah Kelvin.
Ia menegaskan bahwa bantuan ini akan dijaga, dikelola, dan dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai amanah untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
Mendorong Kolaborasi dan Peran Strategis Alumni UNIPA
Selain memperkuat mobilitas, dukungan Presiden Prabowo ini juga diharapkan mendorong kolaborasi lebih besar antara pemerintah dan komunitas akademik di Papua Barat Daya. Alumni Fakultas Sastra UNIPA berkomitmen memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah, sekolah, komunitas budaya, dan organisasi pemuda.
“Kami melihat ini sebagai langkah awal untuk bersinergi lebih luas. Dengan fasilitas yang lebih memadai, alumni dapat memperbesar kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan kemasyarakatan,” kata Kelvin.
Ia menutup dengan harapan bahwa dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan Papua dapat terus berlanjut, sehingga kualitas sumber daya manusia dan identitas budaya lokal semakin kuat di masa mendatang.






