Tinta-rakyat News-Bandanaira//Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pedoman Strategi Branding Pemasyarakatan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Rabu (12/11).
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Lapas Bandanaira, Mikha, bersama Humas Lapas Bandanaira, La Upy Tomia, secara virtual melalui platform zoom meeting. FGD tersebut menjadi wadah penting untuk merumuskan arah dan strategi komunikasi publik yang lebih efektif bagi Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan FGD dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, dan menghadirkan sejumlah narasumber pakar komunikasi, di antaranya Chacha Annisa (Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan), Aiman Wicaksono (CEO iNews), Bahrul Wijaksana (Senior Advisor ADB-FMNJP), dan pakar komunikasi dari Indonesian Indikator yang membahas pentingnya komunikasi publik yang efektif, humanis, dan konsisten dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Bandanaira, Mikha, menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas kelembagaan Pemasyarakatan, sekaligus memperkuat narasi humanis bahwa Pemasyarakatan bukan hanya sekadar lembaga penegak hukum, tetapi juga wadah pembinaan dan pemberdayaan Warga Binaan.
”Melalui FGD ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi komunikasi publik yang tepat dalam menyampaikan pesan positif kepada masyarakat secara lebih kuat dan konsisten,” ujarnya.
Dengan partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Lapas Bandanaira berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan transformasi citra Pemasyarakatan menuju arah yang lebih modern, terbuka, dan terpercaya.
Dorong Kepercayaan Publik, Lapas Bandanaira Ikuti FGD Strategi Branding Pemasyarakatan






